Perbandingan Kuat Tekan Beton Dengan Menggunakan 4 Cara Perawatan

  • Supriadi Supriadi Universitas Islam Riau
  • Sri Hartati Dewi Universitas Islam Riau

Abstract

Beton merupakan material paling sering digunakan dalam dunia konstruksi, baik konstruksi bangunan maupun infrastruktur jalan. Sifat beton diketahui akan lebih baik jika kuat tekan betonnya lebih tinggi, dengan demikian mutu beton didasari oleh kuat tekan beton. Semakin besar kuat tekan beton maka semakin baik mutu beton, namun demikian mutu setiap beton sangatlah bervariasi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu curing atau perawatan beton. Usaha perawatan pada umumnya sering terabaikan atau kurang diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan cara perawatan beton yang lebih baik. Pada penelitian ini menggunakan sampel beton berbentuk silinder, sampel dicetak dan dibiarkan dalam cetakan ± 24 jam, sampel dibuat sebanyak 36 sampel, Dalam penelitian ini perawatan yang digunakan adalah perendaman dalam air, diselimuti goni, diluar ruangan, didalam ruangan, Dilakukan analisa uji kuat tekan di Laboratorium masing-masing pada umur 7, 14 dan 28 hari, jumlah sampel pada masing-masing setiap jenis perawatan dan umur beton sebanyak 3 sampel. Analisis kuat tekan beton dilakukan dengan SNI 03-2834-2000. Hasil penelitiaan ini menunjukan bahwa beton dengan perawatan direndam dapat meningkat kuat tekan beton, sedangkan untuk beton yang didalam ruangan, diluar ruangan dapat mengurangi kekuatan tekan beton. Setelah dilakukan perhitungan dalam penelitian ini didapatkan hasil kuat tekan rata-rata beton pada umur 28 hari  yang direndam diperoleh sebesar 18.05 MPa, dan selimuti goni didapat sebesar 17,67 MPa, sedangkan untuk beton yang didalam ruangan, diluar ruangan diperoleh sebesar 16,24 MPa dan 14,95 MPa, pada pekerjaan dilapangan sangat sulit mengaplikasikan jenis perawatan direndam di dalam air, maka dapat diambil jenis perawatan diselimuti goni karena memiliki nilai kuat tekan beton melebihi mutu beton rencana dibanding perawatan di luar ruangan dan di dalam ruangan.

References

Antoni dan Paul Nugraha., 2007. Teknologi Beton. Penerbit C.V Andi Offset, Yogyakarta.
Dipohusodo., Istimawan (1999). Struktur Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Mulyono, T., 2004, Teknologi Beton, Edisi Kedua, Andi, Yogyakarta.Tim Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Islam Riau, 2016, Pedoman Praktikum Teknologi Bahan dan Beton, Pekanbaru.
Nilson,A., 1993. Perencanaan Struktur Beeton Bertulang, Edisi Pertama, Paramita Pradnya, Jakarta.
Nugraha, P dan Antoni., 2007, Teknologi Beton, Edisi Pertama, Andi, Yogyakarta.
SK SNI T-15-1990-03 Tata Cara Pembuatan Campuran Beton Normal.
SNI 03 – 2847 – 2002 Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangun Gedung (Beta Version).
SNI 03-2834-2000 Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal
Tjokrodimulyo., Kardioyono, 1992, Teknologi Beton. Biro Penerbit, Yogyakarta
Published
2017-10-01
How to Cite
SUPRIADI, Supriadi; DEWI, Sri Hartati. Perbandingan Kuat Tekan Beton Dengan Menggunakan 4 Cara Perawatan. JURNAL SAINTIS, [S.l.], v. 17, n. 2, p. 58-65, oct. 2017. ISSN 2580-7110. Available at: <http://journal.uir.ac.id/index.php/saintis/article/view/2199>. Date accessed: 18 nov. 2018.
Section
Articles