Evaluasi Keandalan Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung (Studi Kasus Gedung PT. PLN Wilayah Riau Dan Kepulauan Riau)

  • Arda Dwi Cahyo Ruspianof Universitas Islam Riau
  • Deddy Purnomo Retno Universitas Islam Riau
  • Roza Mildawati Universitas Islam Riau

Abstract

Bangunan gedung merupakan wujud fisik dari hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian maupun seluruhnya berada di atas, di dalam tanah dan air, yang berfungsi sebagai hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial budaya, maupun kegiatan khusus. Faktor keselamatan menjadi persyaratan penting yang harus dipenuhi oleh suatu bangunan gedung (UURI,2002) Salah satu aspek keselamatan kerja tersebut adalah keselamatan dari bahaya kebakaran maupun ledakan. Kebakaran merupakan suatu peristiwa atau kejadian yang sangat merugikan semua pihak, baik pihak pengelola atau pengguna gedung, pemilik gedung, maupun masyarakat yang berada di sekitar gedung (UURI, 1970).


 


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Dimana untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, dilakukan pengamatan langsung di lapangan. Komponen yang diidentifikasi yaitu kelengkapan tapak, sarana penyelamatan, sistem proteksi aktif dan sistem proteksi pasif. Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui ketersediaan alat proteksi dan Nilai Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB) pada gedung PT. PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau.


Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa sistem proteksi kebakaran pada gedung PT. PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau sebagian besar telah tersedia. Dengan nilai keandalan pada lantai dasar (87,878%), lantai 1 (87,878%), lantai 2 (87,878%), lantai 3 (87,878%), dan lantai 4 (87,878%). Sedangkan nilai keandalan pada gedung PT. PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau sebesar 86,47%, hal ini berarti menurut Pd–T–11–2005–C nilai keandalan bangunan terhadap bahaya kebakaran adalah andal.

References

Departemen Pekerjaan Umum, 2008, Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 26/PRT/M/2008, Jakarta.
Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.10/KPTS/2000, 2000, Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan, Jakarta.
Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2008, Pencegahan Dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/PRT/M/2009, 2009, Pedoman Teknis Manajemen Proteksi Kebakaran di Perkotaan.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.4/MEN/1980, Syarat -Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan..
Saptaria, Erry et al., 2005, Pedoman Teknis Pemeriksaaan Keselamatan Kebakaran Bangunan Gedung (Pd-T-11-2005-C),Puslitbang Permukiman, Badan Penelitian dan Pengembangan PU, Departemen Pekerjaan Umum, Bandung.
SNI 03-1736-2000, Tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Proteksi Pasif untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung.
SNI 03-1746-2000, Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sarana Jalan Keluar Untuk Penyelamatan Terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung.
SNI 03-3985-2000, Tata Cara Perencanaan, Pemasangan Dan Pengujian Sistem Deteksi Dan Alarm Kebakaran Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung.
SNI 03-6571-2001, Tentang Sistem Pengendali Asap Kebakaran Pada Bangunan Gedung.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.
Published
2017-10-01
How to Cite
RUSPIANOF, Arda Dwi Cahyo; RETNO, Deddy Purnomo; MILDAWATI, Roza. Evaluasi Keandalan Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung (Studi Kasus Gedung PT. PLN Wilayah Riau Dan Kepulauan Riau). JURNAL SAINTIS, [S.l.], v. 17, n. 2, p. 39-45, oct. 2017. ISSN 2580-7110. Available at: <http://journal.uir.ac.id/index.php/saintis/article/view/2197>. Date accessed: 18 nov. 2018.
Section
Articles