HOME

 

Pengantar Editorial

Volume 15 No 2 (Oktober 2018)

Pada tanggal 20 September 2018, al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (al-Hikmah: JAIP) mendapat undangan dari Ristekdikti untuk mengikuti Workshop Persiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah Elektronik, di Denpasar, Bali. Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Islam Riau (UIR), dengan dukungan penuh, mengirim Redaktur Pelaksana (Managing Editor), Bahril Hidayat, mengikuti workshop tersebut. al-Hikmah: JAIP, sebagai jurnal yang sudah terbit sejak tahun 2002 dengan nama pertama jurnal Al Hikmah, lalu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman melakukan perubahan nama menjadi al-Hikmah: JAIP, memenuhi undangan workshop yang berharga tersebut. al-Hikmah: JAIP memenuhi undangan dengan filosofi ilmu padi, semakin berisi, semakin merunduk. Filosofi yang seringkali harus menjadi renungan jurnal fakultas yang berjuang keras menjadi wadah berbagai rumpun jurusan atau program studi yang dinaungi oleh suatu fakultas.

 

al-Hikmah: JAIP mendapatkan banyak ilmu, wawasan, dan jejaring dari workshop tersebut, khususnya mempersiapkan diri dalam menghadapi akreditasi jurnal ilmiah elektronik yang menjadi salah satu program utama Ristekdikti dalam beberapa tahun terakhir. Tantangan terbesar al-Hikmah: JAIP adalah menaungi lima varian program studi (prodi), yaitu Pendidikan Agama Islam, Ekonomi  Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Pendidikan Bahasa Arab, dan Perbankan Syariah. Dengan varian lima prodi, al-Hikmah: JAIP harus berhasil mewadahi kebutuhan fakultas (pada khususnya) dengan menyitir filosofi ilmu padi, yaitu al-Hikmah: JAIP siap untuk belajar hal-hal baru, menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan, dan memberikan wadah pendokumentasian dan penyebaran artikel ilmiah dalam bahasa Indonesia, Inggris, maupun Bahasa Arab sebagai bagian dari tanggung-jawab al-Hikmah: JAIP untuk memenuhi kebutuhan dosen, peneliti, dan penulis internal maupun eksternal FAI UIR.

 

Setelah menghadiri workshop tersebut, al-Hikmah: JAIP menyimpulkan satu hal penting, yaitu al-Hikmah: JAIP memiliki keunggulan sekaligus kelemahan dalam pengelolaan jurnal, khususnya persiapan akreditasi jurnal ilmiah elektronik kontemporer melalui Ristekdikti, Kemenag, maupun skala internasional. Keunggulan al-Hikmah: JAIP yang sudah 16 tahun berusaha keras menjaga eksistensi jurnal, menjadi renungan penting bahwa selama hampir dua dekade, al-Hikmah: JAIP sudah berkontribusi kepada dunia keilmuan dan keislaman, maupun ilmu pengetahuan. Sementara itu, salah satu kelemahan al-Hikmah: JAIP, keterbatasan wawasan dewan editor tentang standar regulasi mutakhir tentang jurnal elektronik. Keterbatasan wawasan itu mengharuskan al-Hikmah: JAIP berpikiran terbuka untuk beradaptasi terhadap berbagai kondisi karena substansi proses pembelajaran adalah kemampuan yang reliabel untuk beradaptasi terhadap perubahan kondisi intrinsik dan ekstrinsik. al-Hikmah: JAIP sebagai media cetak dan online merupakan implementasi proses pembelajaran konkrit bagi dosen, peneliti, dan penulis, harus mampu beradaptasi terhadap kondisi di atas dengan satu kesimpulan umum, yaitu satu-satunya hal yang tidak  mengalami perubahan adalah perubahan itu sendiri. Oleh karena itu, pilihan satu-satunya hanya beradaptasi terhadap perubahan agar proses belajar berkesinambungan berlangsung dengan baik.

 

Terima kasih kepada Ristekdikti, Kemenag, tim editorial, reviewer, dan penulis yang selama ini membantu al-Hikmah: JAIP bertahan dalam proses belajar selama dua dekade agar al-Hikmah: JAIP mengambil keputusan untuk selalu beradaptasi terhadap perubahan dengan filosofi ilmu padi, semakin tua, semakin berisi, semakin merunduk. Tabik!

 

Assalamualaikum warahmatullah.

Bahril Hidayat

(Managing Editor)

 al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan

e-ISSN: 2598-2168

p-ISSN: 1412-5382