Pemikiran Pendidikan al-Ghazali

  • Syahraini Tambak Universitas Islam Riau

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana rekonstruksi pemikiran pendidikan al-Ghazali dalam pendidikan Islam kontemporer.  Manfaatnya adalah bagi pemerintah dan pendidik dapat menjadikan pemikiran pendidikan al-Ghazali sebagai inspirasi dalam menegakkan pendidikan Indonesia berkualitas.  Hasil tulisan ini adalah bahwa bangunan pemikiran pendidikan al-Ghazali bersifat religius-etis. tujuan pendidikan al-Ghazali mencakup tiga aspek, yaitu aspek kognitif, aspek apektif, dan aspek psikomotorik.  Di samping itu menempatkan dua hal penting sebagai orientasi pendidikan yaitu mencapai kesempurnaan manusia untuk secara kualitatif mendekatkan diri kepada Allah SWT; dan mencapai kesempurnaan manusia untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.  Pendidik adalah pribadi yang menguasai suatu disiplin ilmu dan mampu mengamalkannya serta sosok manusia yang secara total berkonsentrasi kepada bidang pendidikan. Anak didik ditempatkan sebagai obyek sekaligus subyek dan menetapkan sepuluh kriteria ideal yang harus diupayakan oleh anak didik agar berhasil dalam pendidikan. Al-Ghazali menyebutkan empat kategori klasifikasi ilmu pengetahuan, yaitu; klasifikasi ilmu syar’iyah (religi) dan ‘aqliyah (nalar); ilmu teoritis dan praktis; ilmu yang dihadirkan (hudhûri) dan yang diperoleh (hushûli); Ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifâyah.  Metode pengajaran Al-Ghazali menekankan bagi guru yang memberikan ilmu dituntut menggunakan metode teladan dan dialog dalam proses pembelajaran.

How to Cite
TAMBAK, Syahraini. Pemikiran Pendidikan al-Ghazali. Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, [S.l.], v. 8, n. 1, p. 73-87, apr. 2018. ISSN 2598-2168. Available at: <http://journal.uir.ac.id/index.php/alhikmah/article/view/1541>. Date accessed: 22 mar. 2019.